Thoughts

Kisah Sebuah Grup WhatsApp Keluarga

X : *kirim broadcast*

Me : *baca* *langsung googling mencari kebenaran dan penjelasan karena kesel grup ini isinya cuma broadcast-broadcast cheesy, entah sumbernya darimana, plus dibagi dengan asal copy paste* *ternyata isi broadcast menyesatkan* Mmm… menurut xxxxxxxxxx.id dan xxxxx.com sih ini beritanya ga bener. Badan XXX sendiri ‘kan udah menjelaskan. Mau kasih saran aja sih, kalo ada broadcast-broadcast begini mending kita cari tau dulu bener ato engganya, biar ga salah paham. Hehe.

X : Gini Kanya… yang menyangkut akidah sebaiknya langsung di-share ke minimal saudara untuk hati-hati sebagai penyelamatan awal. Selanjutnya dicari sumbernya yang benernya gimana. Tapi situasi media kita kan masih seperti ini kacau, mana hoax mana engga susah bedainnya. Mending kita main aman dulu. Gitu maksudnya. Jadi kalo Kanya udh punya info yang valid ya di-share, yakinkan dan infokan. Sip jadinya. Continue reading “Kisah Sebuah Grup WhatsApp Keluarga”

Thoughts

Ulang Tahun

Semakin dewasa, semakin pula aku membenci hari ulang tahunku. Aku tidak ingin orang tahu aku sedang berulang tahun, aku juga tak ingin mereka mengucapkan selamat. Aku tak ingin melakukan perayaan apapun.
Aku hanya ingin berdiam diri di rumah. Makan malam bersama ibuku, serta memakan sebatang cokelat dan semangkuk es krim vanilla yang kubeli untuk diriku sendiri.
Setelahnya aku akan berbaring di tempat tidur, membaca buku sampai rasa kantuk tiba.
Itu saja.
Itu saja yang kuingin kulakukan di hari ulang tahunku.
Peduli setan.
Thoughts

Orang Tak Perlu Tahu

Apapun agamamu, orang akan menghakimi.
Ketika kamu mengaku tak punya agama, orang juga akan menghakimi.
Begitu pula ketika kamu berkata semua agama adalah agamamu, orang juga tetap menghakimi.

Agama adalah apa yang ada di antara kamu dan apa yang kamu percayai.
Soal apa agama yang kamu anut, orang lain bisa memperdebatkannya.

Tapi apa yang kamu percayai, hanya kamu yang tahu, hanya lubuk hatimulah yang menyimpannya.
Kamu jujur atau bohong, tetap hatimu sendiri yang tahu jawabannya.
Orang tak perlu tahu.
Orang tak perlu menyuruhmu melakukan ini dan itu.
Orang tak berhak menghakimimu.

Thoughts

Ya ya ya…

Ya ya ya, kayanya kalo sama ini bocah segalanya memang terasa menyenangkan. Tapi perjalanan kami berdua sejatinya ga semulus dugaan orang. Ada beberapa pihak yang berusaha mengadu domba dan misahin kami.

Tapi kami berdua seterong dong, selalu ngatasin masalah bersama-sama. Jadi buat kamu (you know who you are) yang berusaha mengacaukan pertemanan kami, tenang aja. Suatu saat nanti kamu akan dapet balasannya. :)

Hope to see you again anytime soon, J.

Thoughts

Bye, Logan.

Setelah ribet ngatur jadwal, akhirnya nonton ‘Logan’ juga weekend kemaren. Mau nulis apa ya? Soalnya bingung apa yang kudu dibahas. Hahaha.
Perasaan setelah nonton ‘Logan’ ini pokonya sedih. Apalagi ini terakhir kalinya Hugh Jackman jadi Wolverine.

Sebenernya, franchise X-Men memang terkesan punya aura yang lebih ‘serius’ ketimbang franchise Avengers, tapi ‘Logan’ ini merupakan film X-Men yang menurut gue paling serius di antara ‘jenis’-nya. Memang ada beberapa joke yang dibikin agar penonton ga kelewat tegang, tapi film ini emang auranya rada beda. Continue reading “Bye, Logan.”

Splash

Di Tengah Ramai

Tau ga? Sejak kamu pergi, aku jadi kaya orang bego.
Ini udah hampir dua bulan kita ga ketemu, dan bagiku rasanya selalu ada yang kurang, selalu ada yang hilang.

Setiap sudut ruangan ini selalu mengingatkan aku ke kamu.
Waktu kita saling diam padahal duduk bersisian saat nonton TV.
Waktu kita ga sengaja ketemu di dapur untuk bikin kopi.
Waktu kamu tiba-tiba duduk di belakangku dan dorong-dorong kursiku.
Waktu kita ga jelas ngobrolin film.
Waktu kita ngomongin konser musik.
Waktu kita sering berebut toilet.
Banyak deh. Mana konyol semua. Continue reading “Di Tengah Ramai”

Splash

Ranah Gersang

Di ranah gersang bertahun-tahun ini,
tak dinyana harapan menyeruak
Tak diduga datangnya

Bibit mengakar, akar membatang, batang mendaun, mulai rimbun
Bayang pun hadir, sejukkan dari terik mentari

Tak diduga datangnya pula,
badai datang mengamuk
Porak poranda sudah!

Hijau ikut terhanyut, berikut bayang dan sejuknya

Ranahku gersang kembali
Takkan kutanami lagi
Bibit liar yang mengakar lalu membatang pula ‘kan kubabat habis

Splash

Bagi Pemimpi

“Cinta tidak pernah mati bagi para pemimpi.”
“Ya itu kerjaan kamu, cuma mimpi.”
“Ga akan ada realita, jika ga ada mimpi.”
“Ah.”
“Kamu pikir realita dan mimpi dua hal yang berlawanan. Mereka justru berdampingan. Sama halnya hidup dan mati.”

Splash

Kecuali Kamu

Waktu aku mulai menyadari keberadaanmu di sekitarku, rasa-rasanya aku menemukan kembali alasan untuk tersenyum setiap hari, kembali tahu rasanya jatuh cinta, kembali tahu rasanya berdebar, kembali tahu rasanya merindu—setelah bertahun-tahun. Kamu adalah segala alasan mengapa aku bahagia.

Tapi ketika kamu pergi, segalanya kembali seperti semula. Semua serba abu-abu. Hening. Sepi. Aku tetap merindu, namun kali ini tahu kamu takkan kembali di sini. Hanya rindu berkepanjangan, takkan berjawab.

Sudah lelah aku merasa begini. Aku takkan membuka pintu lagi untuk siapapun…

kecuali kamu, bila kamu kembali suatu saat nanti.