Splash

So Lost

Do you ever feel like you need to go somewhere,
like you’re longing for something?

Then you think you just need to take a break,
or holiday for a week.

Then after that break,
apparently you still feel the same.

You feel like you just need to pack your bags,
feel like you wanna go somewhere you don’t even know,
feel like you wanna find something you don’t even know,
feel like you wanna feel something new.

But at the end,
all you can do is just stay.

I feel so lost.

Advertisements
Splash

Ha?

Pernah ga sih kamu,

memandang gebetan
dari kejauhan
dan bilang,

“Dia baik. Dia keren. Dia lucu.
Kita punya banyak persamaan.
Selera musik kita sama.
Selera film kita sama.
Semoga kita bisa jadi satu,”

lalu kamu pulang ke rumah,
ngaca,
dan akhirnya bilang,

“Ah, you’re just a tiny piece of shit.”

Ha?

Thoughts

Jaket Jins

Semua berawal dari…

“Nyo, kamu punya novel Dilan ga?” tanya Gandis, temen saya semasa SMA, yang biasa saya panggil Gendoz, pada suatu hari. Pertanyaan ini dia sampaikan melalui WhatsApp.
“He?” gumam saya. Otak saya pun mencari-cari ingatan, sampul novel Dilan itu yang gimana ya? Novel apa ya?

Setelah beberapa menit berpikir, saya akhirnya ingat-ingat samar. Sampul novelnya berwarna biru, tulisan ‘Dilan’ warna putih terpampang gede di sana, lalu ada ilustrasi cowok SMA di bagian kanan.
Saya pun menjawab, “Oh, yang cover-nya cowok SMA itu ya? Ga punya, Ndoz. Kenapa?”
“Kamu udah baca?” tanya Gendoz lagi.
“Belum. Bagus?”
“Aku juga belum baca. Kali aja kamu punya, aku pengen pinjem.”
“Ooo… aku ga punya tuh, Ndoz. Hehe.”

Saya ini memang pecinta buku, jadi saya sering banget ke toko buku. Bertahun-tahun sudah saya mondar-mandir di depan tumpukan novel Dilan bersampul biru itu, beberapa kali saya tatap sampulnya, baca sinopsisnya, dan selalu berujung saya letakkan kembali ke raknya.

Continue reading “Jaket Jins”

Splash

The Only Choice

Jadi orang kuat itu ga enak.

Karena orang pikir kamu ga butuh apa-apa.

Karena orang pikir kamu bisa jaga diri.

Karena orang pikir kamu bisa kuat-kuat aja sendirian.

Dan sendirian itu juga ga enak.

Saat orang bilang, “Semangat. Kamu setrong~”

Aku selalu hanya bilang, “Ya ya ya~”

Padahal… what fucking else I could do?

Being strong has always been the only choice that I have.

And because it’s the only choice, that’s why sometimes it’s so tiring.

Splash

Frekuensi yang Sama

Urusan hati ini memang… sungguh melelahkan.

Saat pertama kali aku menyadari keberadaannya di sekitarku, rasa-rasanya kami berada di frekuensi yang sama. Gelombang yang kami lepas, bersambut satu sama lain.

Bahkan, aku sempat meyakini dan menyebutnya ‘jiwa menyentuh jiwa’, karena semua tampak berjalan mulus dan terasa indah.

Tapi ternyata tidak demikian adanya.

Frekuensi dan gelombang itu hanyalah khayalanku belaka, fiktif, dan memang inginku saja itu terjadi. Nyatanya, kami tak saling bersambut, dan itulah bagian paling menyedihkan dari cintaku.

Kadang rasanya aku jengkel setengah mati, ingin berteriak di hadapan wajahnya, “Kenapa kau tak mencintaiku saja, brengsek?!” Tapi aku paham bahwa aku takkan pernah bisa mengendalikan hatinya. Bukan salahnya bila cinta ini tak berbalas.

Orang lain mudah saja bilang, “Lupakan dia. Cari yang lain.” Rasa-rasanya mereka sama brengseknya dengan pria yang tak membalas cintaku itu.

Tidakkah mereka mengerti?
Aku mencintainya dan aku hanya ingin dia.

Splash

28 Desember

28 Desember waktu itu,
hampir saja air mata membanjir

Aku takut tak bertemu kamu lagi

Yang lebih menakutkan,
aku tak tahu ke mana kamu akan pergi

Aku takut tak dengar kabarmu lagi

Kamu bilang, “Jangan sedih. Kita masih bisa bertemu lagi.”

Setahun berlalu,
nyatanya kamu benar masih di sini

Diawali sapaan ceria dalam pertemuan tak terduga di kedai kopi
Dilanjutkan angin sepoi, debur ombak dan sengatan matahari di pantai
Berikut cokelat panas dan sepotong roti cokelat hangat di kedai kopi yang satu lagi
dan perjumpaan di bioskop untuk menonton film-film favorit

Tahun depan, kuingin lebih sering begini

Tahun depannya lagi, kalau bisa

Selamanya, kalau bisa

Thoughts

Pelajaran Hari Ini

Pelajaran hari ini adalah,

Kamu tak akan pernah bisa memilih kepada siapa kamu jatuh cinta

Tapi orang lain akan menghakimi siapa yang pantas atau tidak menjadi separuh jiwamu

Tragis.

Tapi, pelajaran lainnya adalah,

Sekeras apapun kamu berusaha melarang ‘siapa’ jatuh cinta kepada ‘siapa’,
kamu takkan pernah bisa berhasil,
karena hanya Tuhan yang bisa

Itulah yang kupercaya