Thoughts

Lessons Learned

Semingguan ini saya belajar beberapa hal…

If you don’t have anything nice to say, don’t say anything at all.
Sudahlah. Kalo ngeliat seseorang bahagia melakukan apa yang mereka suka, ya biarin aja. Ga usah dikomentarin macem-macem. Hidupmu sendiri ga sempurna.
Ketimbang melontarkan komentar yang bisa bikin mereka sedih dan kecewa, mending kamu diem aja. Emangnya komentar negatif dan merendahkan yang kamu ucapkan itu bakal ngaruh sama kebahagiaan hidupmu?

If you don’t like something, then leave it and don’t give a shit.
Kalo ga suka sama sesuatu, atau seseorang, ya udah, ngacir aja, ga usah peduli. Semakin kamu ngomel, semakin berkurang pula energimu. Jangan peduli!

Feeling sorry and saying sorry won’t ever make you look small or pity or pathetic.
Kalo kamu merasa bersalah, segeralah minta maaf. Bahkan ketika pihak yang ada di hadapanmu itu juga ‘menyumbangkan’ kesalahan. Kalo kamu salah, trus kamu diomelin, diambekin, tetaplah minta maaf.
Minta maaf bukan berarti kamu terlihat rendah dan harga dirimu jatuh. Dengan meminta maaf, justru terlihat seberapa besar hati yang kamu punya. Ga peduli apa kata orang. Continue reading “Lessons Learned”

Advertisements
Thoughts

Circle

Sometimes I don’t wanna deal with people because their words and acts can hurt me really bad
And when I get hurt really bad, I can hurt them even worse
It’s like a circle, an evil one

Sometimes I ask myself, what the hell is wrong with me?
I easily get hurt
And I easily hurt them back

I know sometimes people wonder why I can be social at times and anti-social at other times
Actually I’m anti-social most of the times
Sometimes I get so scared of people, even people that really close to me
I get scared they would hurt me
I get scared to hurt them really bad, worse than they hurt me

Most of them would say I just made it up
But no, there’s something so wrong inside me

Thoughts

“Kapan Kamu Ga Galau?”

Kalian suka nulis puisi? Atau sajak? Atau bikin kutipan-kutipan cinta? Kutipan-kutipan soal kehidupan, misalnya?

Saya suka. Rasanya menyenangkan. Dan puisi, sajak atau kutipan yang saya tulis, inspirasinya bisa datang dari mana aja. Bisa aja dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, apa aja deh.

Saya memang ga terlalu mahir nulis, saya akui itu. Tapi saya suka nulis. Mungkin hobi ini muncul karena sejak kecil, saya dijejeli begitu banyak buku cerita oleh ibu. Dari sering didongengin, akhirnya demen baca, dan dari hobi baca itulah lahir hobi nulis. Continue reading ““Kapan Kamu Ga Galau?””

Thoughts

Pennywise Si ‘Peluluh Hati’

Saya udah dikenal luas benci film horor. Bukan benci sih, lebih ke ga suka. Kenapa? Karena setiap kali abis nonton film horor, pasti pas pulang ke rumah, ujung-ujungnya ga bisa tidur, ga berani tidur sendiri, apalagi kalo ke kamar mandi buat pipis malem-malem, lalu parno sendiri saat harus pergi ke sudut-sudut rumah yang gelap.

Saya inget banget abis nonton Tusuk Jelangkung, saya sama sekali ga berani tidur sendiri, dan minta ditemani ibu ke mana-mana, bahkan di rumah sekalipun. Pokonya jadi bocah yang ngerepotin orang tua banget. Hahaha. Continue reading “Pennywise Si ‘Peluluh Hati’”

Thoughts

Berawal dari Kutipan

Meski terkadang bisa menjadi manusia paling melankolis di dunia, saya sejatinya bukanlah penggemar berat film romantis. Film romantis yang pernah saya tonton, mungkin jumlahnya bisa dihitung pake jari. Tapi entah kenapa, saya tertarik menonton Before We Go.

Saya menonton film ini setelah menemukan sebuah gambar sejenis meme, di mana tampang Chris Evans terpampang ganteng dengan sebuah kutipan tertulis di bawahnya, “When you’re committed to somebody, you won’t allow yourself to look for perfection to someone else.” Continue reading “Berawal dari Kutipan”

Thoughts

‘From Nothing Comes A King’

Sebenernya, niat awal saya nonton King Arthur: Legend of The Sword ini adalah ingin menonton akting Charlie Hunnam, yang selama ini hanya saya tahu melalui film Pacific Rim dan serial TV superkeren Sons of Anarchy.

Trailer pertama: Wah, kayanya keren.
Trailer kedua: Njir, udah pasti keren nih!

Sebenernya juga, saya ga terlalu memahami kisah King Arthur, walau sekilas-sekilas saya pernah mendengar namanya disebut oleh ibu yang rutin membacakan dongeng saat saya masih kecil. Maka, beberapa hari sebelum nonton film ini, saya mencuri-curi waktu di kantor untuk membaca kisah King Arthur, yang ternyata… wew, banyak banget versinya, ga cuma kisahnya, melainkan filmnya juga.

Saya baca, baca dan baca, meyakinkan diri sendiri pasti saya kuat baca semuanya, karena saya penasaran kenapa begitu banyak orang yang tertarik pada kisahnya, sampe filmnya banyak banget. Tapi saya akhirnya nyerah, dan memutuskan lebih baik saya ga terlalu tahu banyak soal King Arthur demi berjaga-jaga ga ngomel andai ekspektasi saya berbeda dengan film garapan Guy Ritchie ini. Continue reading “‘From Nothing Comes A King’”