Thoughts

A Quiet Place adalah…

sebuah film tentang keluarga pendiam,
yang memang pendiam karena dipaksa keadaan.

Sepanjang film dibikin kaget mulu,
sayang ga dikasih duit sama Helmi Yahya.
*disangka acara Uang Kaget*

Jangan nonton film ini waktu dilepen,
karena karakter Mba Emily Blunt di sini akan membuat perutmu mulesh~
Meskipun minum obat sebelum nonton,
ntar di tengah film dilepen-nya juga bakal kambuh. Wqwq.

Intinya, SERUUUUUUU!!!

Advertisements
Thoughts

Ready Player One adalah…

sebuah film yang menceritakan pencarian easter egg,
yang dirilis bertepatan dengan easter,
yang membuat penonton menemukan easter egg-easter egg yang memang sengaja dipakai sebagai easter egg,
sesuai dengan temanya yang memang merupakan pencarian easter egg.

Ya.

Begitu.

Sangat menghibur.
Sangat kocak.
Sembah Steven Spielberg.

Sebuah hikmah: Hati-hati kalo main-main di ranah virtual. Wqwq~

Thoughts

Ya Udah, Biarin

‘Yowis Ben’ PETJAAAAAHHH!!!
Setelah ketunda-tunda terus, akhirnya tadi nonton, dan sangat puas! Salut buat Bayu Skak!

Sebagai penduduk Malang, emang rasanya film ini sungguh relatable. Sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda Malang. Ora kurang, ora lebih. PWASH!

Seneng liat kehidupan anak SMA yang senyata-nyatanya diangkat di film ini, ora lebay blas, ora menye-menye blas. Pokoe kehidupan nyata arek nom Malang yo ngono iku. Rasanya kayak balik ke jaman SMA, walopun film tadi itu justru mengingatkan ke kelakuan anak-anak kantor. Haha. Continue reading “Ya Udah, Biarin”

Thoughts

Jaket Jins

Semua berawal dari…

“Nyo, kamu punya novel Dilan ga?” tanya Gandis, temen saya semasa SMA, yang biasa saya panggil Gendoz, pada suatu hari. Pertanyaan ini dia sampaikan melalui WhatsApp.
“He?” gumam saya. Otak saya pun mencari-cari ingatan, sampul novel Dilan itu yang gimana ya? Novel apa ya?

Setelah beberapa menit berpikir, saya akhirnya ingat-ingat samar. Sampul novelnya berwarna biru, tulisan ‘Dilan’ warna putih terpampang gede di sana, lalu ada ilustrasi cowok SMA di bagian kanan.
Saya pun menjawab, “Oh, yang cover-nya cowok SMA itu ya? Ga punya, Ndoz. Kenapa?”
“Kamu udah baca?” tanya Gendoz lagi.
“Belum. Bagus?”
“Aku juga belum baca. Kali aja kamu punya, aku pengen pinjem.”
“Ooo… aku ga punya tuh, Ndoz. Hehe.”

Saya ini memang pecinta buku, jadi saya sering banget ke toko buku. Bertahun-tahun sudah saya mondar-mandir di depan tumpukan novel Dilan bersampul biru itu, beberapa kali saya tatap sampulnya, baca sinopsisnya, dan selalu berujung saya letakkan kembali ke raknya.

Continue reading “Jaket Jins”

Thoughts

Pelajaran Hari Ini

Pelajaran hari ini adalah,

Kamu tak akan pernah bisa memilih kepada siapa kamu jatuh cinta

Tapi orang lain akan menghakimi siapa yang pantas atau tidak menjadi separuh jiwamu

Tragis.

Tapi, pelajaran lainnya adalah,

Sekeras apapun kamu berusaha melarang ‘siapa’ jatuh cinta kepada ‘siapa’,
kamu takkan pernah bisa berhasil,
karena hanya Tuhan yang bisa

Itulah yang kupercaya

Thoughts

‘Senna’ ― Dokumenter Menusuk

Pertama kali denger nama ‘Senna’, saya inget banget waktu itu masih duduk di bangku TK. Senna adalah salah satu temen saya, dan beberapa tahun kemudian, ibu saya nyeletuk, “Orang tuanya Senna pasti ngefans sama Ayrton Senna deh. Makanya dia dikasih nama Senna.”

“Ayrton Senna iki sopo?” pikir saya waktu itu.

Beberapa tahun kemudian (lagi), ketika saya mulai menggemari dunia balap, barulah saya tahu siapa sebenernya Ayrton Senna ini. Ayrton Senna merupakan tiga kali juara dunia Formula 1, yakni pada tahun 1988, 1990 dan 1991. Senna dikenal sebagai salah satu pembalap F1 terbaik dalam sejarah, yang sayang nyawanya melayang dalam balapan di Sirkuit Imola, Italia pada tahun 1994.

Kalo ngomongin Senna, banyak banget pembalap-pembalap F1 masa kini yang mengaku sangat mengidolakan Senna. Ga hanya talenta hebat di lintasan aja yang bikin orang kagum, melainkan juga karakternya yang kuat… dan rendah hati. Senna dikenal sebagai pembalap yang sangat membenci politik; salah satu dari sekian pembalap yang menyadari adanya permainan licik dalam F1 pada masanya, dan dengan tegas melawannya. Continue reading “‘Senna’ ― Dokumenter Menusuk”

Thoughts

Sindrom Sepang

 

Apa sih ‘Sindrom Sepang’?

Sindrom Sepang adalah istilah yang saya buat bersama keempat teman saya; Piak, Lari, Kuchang dan Ryen untuk menyebut hasrat ingin nonton balapan di Sirkuit Sepang.

Atau bisa juga digunakan untuk menyebut hasrat menggegapgempitakan apapun yang berhubungan dengan nonton balapan di Sepang, walau kamu tidak hadir di sana.

“Hadooohh, pengen ke Sepang!”
“Aduh, liat orang-orang ke Sepang, jadi pengen ke sana!”
“Ngeliat suasana paddock di foto-foto Instagram bikin jadi kangen Sepang!”
“Kok balapan di Sepang udah selesai aja sih? Aku ga mau pulang!”
“Aduh, nyesel ga ke Sepang tahun ini. Tahun depan harus ke sana!”
“Udah kangen Sepang. Puter waktu ke minggu lalu dooong.”

Kalimat-kalimat di atas merupakan beberapa contoh kata-kata yang diucapkan orang yang lagi kena Sindrom Sepang. Pokoknya begitulah. Continue reading “Sindrom Sepang”

Thoughts

Hey, Delusional Woman…

Hey, you. I don’t know when you’re gonna read this but I know sometime you will, because I know you looooove reading my blog so much.

Well, you know who you are.

But let me tell you something.

He didn’t even know your name until I told him who you were and what you did to me. Who’s delusional now? :)

I feel so bad for you because you’ve been talking bad things about the wrong girl. Yes, the wrong girl.

Sad, right? And embarrassing…

When he told you about the girl who tried to woo him, it wasn’t me. It was another girl, and we both know who she is, and we both know what she did to him, and I saw it with my own eyes.

And you? You were not even there.

So don’t say you know everything we’ve been through, because you know nothing, absolute nothing about us.

So stop your Twitter rant on me, and next time you see him, ask him to tell you the truth, and he’ll be delightful to tell you what happened. You deserve the truth so you can stop being pathetic.

And yes, we both talked about you, not once, not twice, not thrice… but more than that. Because we know it’s the best way to clear things up.

So please, grow the fuck up. :)

Thoughts

Rawk-na-rawk

Review saya soal ‘Thor: Ragnarok’ :

YA ALLAH CHRIS HEMSWORTH GANTENG BANGET YA ALLAH! SEGALA PUJA DAN PUJI BAGI ALLAH SWT YANG TELAH MENCIPTAKAN MAKHLUK SEINDAH IA DI MUKA BUMI INI!

Ga, ga, ga… ga gitu…

Oke, meskipun saya ga kebagian tiket nonton premier, saya tetap bahagia dapet tiket di hari kedua, walaupun pada akhirnya saya ga sengaja bertemu dengan gebetan yang hendak saya lupakan.
*Yhaaa jadeee corhaaatt dieee~*

Aspek apa ya enaknya yang harus saya bahas soal Thor: Ragnarok ini? Dari sisi komedinya dulu aja kali ya. Continue reading “Rawk-na-rawk”

Thoughts

Lessons Learned

Semingguan ini saya belajar beberapa hal…

If you don’t have anything nice to say, don’t say anything at all.
Sudahlah. Kalo ngeliat seseorang bahagia melakukan apa yang mereka suka, ya biarin aja. Ga usah dikomentarin macem-macem. Hidupmu sendiri ga sempurna.
Ketimbang melontarkan komentar yang bisa bikin mereka sedih dan kecewa, mending kamu diem aja. Emangnya komentar negatif dan merendahkan yang kamu ucapkan itu bakal ngaruh sama kebahagiaan hidupmu?

If you don’t like something, then leave it and don’t give a shit.
Kalo ga suka sama sesuatu, atau seseorang, ya udah, ngacir aja, ga usah peduli. Semakin kamu ngomel, semakin berkurang pula energimu. Jangan peduli!

Feeling sorry and saying sorry won’t ever make you look small or pity or pathetic.
Kalo kamu merasa bersalah, segeralah minta maaf. Bahkan ketika pihak yang ada di hadapanmu itu juga ‘menyumbangkan’ kesalahan. Kalo kamu salah, trus kamu diomelin, diambekin, tetaplah minta maaf.
Minta maaf bukan berarti kamu terlihat rendah dan harga dirimu jatuh. Dengan meminta maaf, justru terlihat seberapa besar hati yang kamu punya. Ga peduli apa kata orang. Continue reading “Lessons Learned”