Thoughts

La La Laff

Phew, akhirnya nonton La La Land jugaaa. Setelah menunggu sejak awal Desember, gue baru bisa nonton semalem, karena eh karena jadwal tayangnya yang maju mundur.

Sebenernya, gue bukan salah satu orang yang baru tergoda nonton La La Land hanya setelah film ini menang banyak di Golden Globe. Gue bahkan udah tertarik nonton film ini jauuuhh sebelum orang rame membicarakannya. Saking sedikitnya yang ngobrolin film ini, gue jadi yakin ga ada temen yang mauΒ gue ajak nonton. Ternyata, Gaby, Gita dan Yudi tertarik, jadi kita memutuskan untuk nonton bareng.

Sebelum nonton film ini, kami sempat ketar-ketir dan cemas filmnya tidak sebagus yang orang bicarakan di luar sana. Apalagi si Kempit yang gila film beberapa kali ngetweet bahwa banyak orang ‘walk out’ saat menonton La La Land. Mungkin gue yang paling waswas, karena gue memang ga terlalu ngefans sama film-film musikal.

Tapi saat masuk ke dalam bioskop, kami kaget ngeliat studio yang bener-bener penuh. Dan hanya dalam beberapa menit pertama film itu diputer, gue dan temen-temen bertanya-tanya apa yang sejatinya bikin orang-orang walk out, karena pada kenyataannya, film ini sangat memikat! Dan beneran, ga ada orang yang walk out sama sekali!

Dari sisi plot, sejatinya film ini sangat sederhana, ketika dua tokoh utama sama-sama tengah berjuang meraih mimpi dan saling jatuh cinta dalam prosesnya. Bener-bener alur yang sederhana, tapi mungkin chemistry yang dibangun Ryan Gosling dan Emma Stone emang kuat hingga menyentuh penonton, begitu pula lagu-lagu yang ada di dalam film ini semuanya enak. Muahahaha.

Yang paling berkesan dari film ini, menurut gue, adalah bagian akhirnya. Gregetan sih, tapi juga menyadari bahwa, “Kalo ending-nya kaga begini, dan justru begitu, maka film ini ga akan terlalu berkesan di hati.”

Selain itu, film ini bakal bikin kamu bertanya-tanya pada dirimu sendiri:
Apa kamu udah tau apa yang kamu inginkan dalam hidup?
Apa kamu udah bahagia dengan semua yang kamu punya sekarang?
Apa kamu sungguh-sungguh merasa udah meraih cita-cita yang selama ini kamu impikan?
Langkah apa yang udah kamu tempuh untuk mewujudkannya?
Apa udah bener-bener maksimal?
Dan… mana yang kamu pilih ketika kamu dihadapkan dua pilihan: cinta atau cita-cita?

Eww, sungguh ku malu pada diriku sendiri.

Gue saranin sebelum nonton La La Land, dengerin semua lagu yang ada di dalam album original soundtrack-nya. Ga perlu sampe hapal, yang penting bikin kuping lo familiar dengan nada dan liriknya. Dengan begitu, lo akan lebih khidmat ketika nonton filmnya.

Aaahh, pokonya puas banget deh nonton La La Land! Gue yang ga terlalu ngefans sama film-film musikal, jadi pengen lebih banyak nonton jenis ini di masa depan.

La La Land is La La Laff!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s