Thoughts

Best of 2016

2016 bener-bener menguras emosi. Banyak kejadian ga enak, banyak juga kejadian menyenangkan. I’ve lost, I’ve met, I’ve found and I’ve lost (again) some important things in my life. Tapi emang lebih baik mengenang bagian yang menyenangkan aja, karena itu salah satu cara untuk bikin kita tetep mikir positif.

Momen terbaik 2016, kayanya pas pergi ke Sepang untuk ketiga kalinya. Di Sepang ini, banyak orang mikir saya cuma seneng-senengnya aja. Padahal banyak nangisnya pula gara-gara sedih, marah, kecewa. Tapi bagian yang bikin trip ini menyenangkan adalah semua ‘masalah’ yang mengganjal di hati tuntas.

Di sini juga, Jordi kasih kejutan berupa helm balapnya, yang dia dapetin setelah berantem-berantem dulu sama sponsornya, ngerelain jatah helm balapnya jadi berkurang. Saya bilang dia gendeng, tapi dia bilang, “Aku udah biasa kamu katain gendeng.”

Ya gitu deh my best part of 2016.

Receh ya? Receh bangeeett. Ngahahaha.

Dan sekarang udah 2017. Ga pernah punya daftar resolusi setiap tahun baru, tapi kali ini punya harapan.

Pengen lebih rajin lagi baca buku, pengen lebih sering traveling, pengen nyenengin ibu, dan pengen paham lebih jelas lagi tujuan hidup ini apa.

Sounds so clichè, so cheesy, you name it. But that’s all I want to get, that’s all I want to achieve.

Hopefully your 2017 is going well also.

Cheerio,
Ka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s