Splash

Merasa Lebih Baik

Setibaku di kantor pagi ini, aku segera mengambil satu sachet Nescafe Original dan membawanya ke pantry bersama cangkir besarku yang baru sepekan kubeli. Saat aku mencuci cangkir itu, Fajar datang untuk sarapan dengan Nasi Sambal Mbak Chim di meja makan. Aku ngopi, dia sarapan, lalu membicarakan perbedaan antara MotoGP dan WorldSBK.

Aku lupa apa yang kami bicarakan hingga kebablasan membahas Jordi, pembalap motor WorldSBK asal Spanyol yang kukenal secara pribadi selama tiga tahun terakhir. Ya, kami saling mengenal, dan kami bisa disebut teman. Banyak orang yang tak percaya soal hubungan kami ini, tapi aku sungguh tak peduli. Biar aku dan Jordi saja yang tahu―dan paham.

Membicarakan Jordi tentu membangkitkan kenangan-kenangan menyenangkan yang pernah kami lalui. Fajar bertanya apakah kami masih saling bertukar kabar. Jawabnya tentu saja. Aku memang jarang mengobrol dengan Jordi belakangan ini, namun setidaknya kami sama-sama tahu bahwa kami baik-baik saja.

Kenangan-kenangan soal Jordi ini sedikit membuatku tersenyum. Dadaku yang sesak karena kesal akibat ledekan-ledekan yang kuterima kemarin menjadi lebih longgar. Jordi, kehadirannya, dalam bentuk apapun, memang selalu berhasil membuatku merasa lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s