Splash

Pelukmu

Aku suka ketika kaupulang dengan senyum manis tersungging di wajah lelahmu
Menyurukkan kepala ke leherku dengan manja, meminta pelukku

Ketika malam mulai larut, kau berbaring di sampingku Merentangkan kedua tangan lebar-lebar dan berkata,

“Mari tidur, Sayang. Biar kau kuantar ke alam mimpi indah. Siapa tahu kita bisa melanjutkan pertemuan ini di sana. Bertukar kasih di sana karena aku di sini terlalu lelah.”

Kau mengecup bibirku dengan rasa manis yang tertinggal di mulutmu usai aku mengucapkan selamat malam

Kau curang
Kau tertidur duluan
Tapi hatiku luluh ketika melihat senyum itu masih ada di bibirmu
Senyum buah kecupan bibir kita

Aku pun terlelap di dadamu
Di pelukmu, di rengkuhmu

Ketika aku bangun, aku juga masih ada di dalamnya

“Selamat pagi,” ucapmu lembut dengan mata yang masih terpejam. “Pagi ini sangat dingin dan hujan turun menyapa kita. Kaurasa hangat pelukku, Sayang?”

“Ya,” jawabku malu-malu, dengan pipi yang terasa panas dan sudah pasti merona, meski kau tak melihatnya

Tapi itulah yang ingin kurasa di setiap detik hidupku bersamamu
Kau mencintaiku, dan aku mencintaimu
Hingga akhir waktu
Tak ada yang lebih kuinginkan di dunia ini daripada itu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s