Splash

Sampai Jumpa di Kedai Kopi

“We met at the wrong time. That’s what I keep telling myself anyway. Maybe one day we’ll meet again in a coffee shop in a far away city somewhere and we could give it another shot.”

— tulisan di atas tertera di salah satu dinding kedai kopi di Bandung

Aku berhenti
Karena ini tak menyenangkan lagi
Tak semenyenangkan dulu

Katanya, kebahagiaan paling bermakna adalah kebahagiaan yang kauciptakan sendiri

Maka kuciptakan bahagiaku sendiri
Di luar sana banyak impian yang bisa kuraih
ketimbang berkutat dengan hal-hal macam ini

Aku jelas tak bisa bahagiakan semua
Aku manusia biasa
Jadi kubahagiakan saja diriku

Percayalah, aku tahu ini hanya mimpi; baik-buruknya

Tak peduli betapa inginnya aku bertahan
Betapa inginnya kau bertahan
Suara benakku tahu yang kita jalin akan berakhir pada suatu titik

Apakah ini ‘akhir’ yang dimaksud ‘suara’ itu?

Entah. Hanya Tuhan yang tahu.

Karena… seperti kutipan di atas
Mungkin kita bertemu lagi di masa depan
Di sebuah kedai kopi
Di sebuah kota di Negeri Antah Berantah
Untuk menciptakan kesempatan baru
Membuka lembaran baru…
Setidaknya memperbaiki apa yang retak

Tapi aku takkan menyesali satu detik pun yang pernah kita habiskan
Karena semua begitu indah
Karena semua sudah tercatat dalam sejarah hidupku
Karena aku belajar banyak dari semua itu, darimu

Aku mendoakanmu yang terbaik, seperti yang selalu kukatakan padamu
Kau pantas mendapatkan yang terbaik, seperti yang selalu kaukatakan padaku

Sampai jumpa di kedai kopi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s