Splash

Kau Gila

Kau gila.
Kukatakan itu berulang kali padamu.
Setiap kali kukatakan itu, kau tertawa geli.
Tertawa dengan suaramu yang dalam.
Kau mengelak.
“Aku tidak gila,” katamu.

Akui saja. Kau gila.
Begitu pula aku.
Aku sudah hilang akal sehat, karena aku begitu nekat melampaui semua batasan yang kupikir takkan bisa kulewati, yang orang lain pikir takkan bisa kulewati.

Nyatanya, aku di sini, bersamamu.
Demi kamu.
Duduk bersanding denganmu, berdiri berhadapan denganmu.
Membicarakan banyak hal, soal hidupmu, hidupku.

Kau gila. Kenapa?
Karena kau menerimaku apa adanya.
Tanpa syarat.

Padahal kita tahu kau tak mengenalku.
Kau hanya tahu namaku, bagaimana mengucapkannya, untuk memanggilku, menyapaku.
Kau tak tahu siapa aku.
Kau bahkan tak tahu berapa usiaku.
Kau tak tahu apa yang kulakukan untuk hidup.

Tak sampai secuil kerikil kautahu soal aku.

Paham? Kau gila.
Tak seharusnya kau menerimaku apa adanya, tanpa syarat.
Tak seharusnya kau menaruh kepercayaan begitu besar padaku.

Kau gila.
Kukatakan itu berulang kali padamu.
Tapi percuma.
Kau tetap tertawa geli, dengan suaramu yang dalam.
Menatapku dengan mata cokelatmu yang tak kalah dalam.
Begitu lembut.

Kau merengkuhku, dan berkata, “Jangan cemas. Kau bagian dari diriku.”

Kau sudah gila.
Begitu juga aku, yang mau-mau saja berdiam diri di dalam sana, di dalam kehangatanmu yang pun begitu menyejukkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s